Tuesday, April 26, 2005

Sorry isn't the hardest word.
Susah maafin kesalahan orang yang dah bikin kita jengkel setengah mati, rasanya pengen mati-in aja tu orang /gg. Tapi masih bisa kita maafin, dalam hati masih kesel tapi tetep aja dimaafin walopun cuma kata-kata. Siapa yang ga pernah kita maafin? Siapa yang gak pernah minta maaf walopun ada salah? Kita sendiri!!!
Banyak pertanyaan yang lebih mengarah pada penyesalan diri kita sendiri
Harusnya aku bisa bikin yang lebih bagus, harusnya aku bisa dapet yang lebih bagus Kenapa kemaren gua ga langsung beli aja tu barang sebelum abis.
Kok gua bego banget sih kemaren?
Duh, mestinya gua ngga usah bereaksi berlebihan!
Itu cuma beberapa contoh aja, masi banyak lagi komentar yang kita arahin ke kita sendiri, dan kita ga pernah sadar kalo kita sendiri butuh minta maaf. Kita selalu menghukum diri sendiri karena banyak yang belum kita kerjakan, banyak kesalahan yang kita lakukan di masa lalu. Satu solusi kecil, mungkin kita perlu minta maaf dan berdamai dengan diri sendiri, sebelum damai dengan orang sekitar kita. Kita perlu memaafkan kesalahan kita sendiri karena besok atau lusa kita akan mulai lagi membuat kesalahan yang sama. Berdamai dengan diri sendiri ga sesusah kalo minta maaf atau memaafkan orang lain.
Seandainya satu atau dua hari lagi kita sudah tidak dapat minta maaf atau memaafkan orang lain. Alangkah sedihnya kalau saat itu kita belum juga memaafkan kita sendiri ???
Please forgive me... zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz
Kau tlah pergi...
Tinggalkan maaf yang tak terucap...

Tuesday, April 19, 2005

Mencermati perasaan takut.
Gua pernah nulis tentang membunuh keinginan di sini Rasa takut membuat kita memboroskan tenaga yang lebih dan membuat kita tidak nyaman. Takut akan kesepian, takut akan keramaian, takut akan sesuatu yang membuat kita takut, :p. Mengapa kita keburu kabur begitu rasa takut itu datang, kenalilah rasa takut itu, hadapi dan rasakan rasa takut itu ketika dia datang.
Kadang takut akan sesuatu membuat seseorang ingin menangis karenanya tapi dia tidak menangis, karena kata orang menangis itu cengeng, bla-bla kata orang, i personally don't care much about kata orang. Gua pernah takut kesepian, berharap tidak akan ada lagi kesepian. Tapi apa yang gua takutkan selalu datang dan tak akan habis. Karena yang membuat "kesepian" datang bukanlah orang lain, tapi gua sendiri. Kalau setiap saat gua sendiri gua anggap itu kesepian, so apa ada orang yang akan menemani gua tiap detik selama gua hidup? Kesepian akan selalu datang karena gua yang menciptakan saat-saat kesepian itu. Ada orang yang bisa sibuk sendiri dan sibuk berjam-jam tanpa merasa kesepian. Terutama kalau dia sedang mengerjakan apa yang disukainya, hobi or pekerjaan. Tapi di saat yang lain ada orang yang mengerjakan sesuatu berjam-jam dan setelah itu dia tetap merasa kesepian.
Rasa takut tidak akan pernah habis kecuali kita sendiri telah mengenali rasa itu. Kita tidak akan terluka atau menambah ketakutan kita kalau kita mengenali rasa takut itu sendiri.
Betapa sering kita merasakan sesuatu pada seseorang (baik rasa suka maupun rasa tidak suka), dan kita tidak pernah mengatakannya karena kita terlalu takut bahwa pengungkapan dengan kata-kata akan berpengaruh terhadap hubungan kita. Tapi kalau memang kita mengharapkan sebuah hubungan yang lebih baik, sudah sewajarnya kita tidak perlu berfikiran kalau mengatakan isi hati kita akan mengakibatkan sesuatu yang buruk. Ini akan kita alami berkali-kali, dan yakinlah bahwa dengan mengungkapkan apa yang kita rasakan dan kita alami akan membuat sesuatu menjadi lebih baik.
Kalau kita sudah mengenali rasa takut kita akan sesuatu, seperti air putih yang kita minum setiap hari, dan kita tidak pernah ragu kalau air putih pun akan tetap menghilangkan rasa haus. Rasa takut akan menjadi hal yang biasa, tidak ada yang perlu ditakutkan dari rasa takut. T-a-k-u-t hanyalah lima huruf yang membentuk arti yang sangat ditakuti oleh orang yang belum mengenalnya.
Kenali "penjahatnya" dan dia tidak akan mengganggumu lagi. /heh
This week, I was Caught by flu, sore throat, cough but i still can't quit smoking myself zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz

Wednesday, April 13, 2005

When i express my feeling, i really don't expect any yes or any no, i just want her to know what i feel.
I goes "I Like You" n i'd like to know you better. I think i must say it.. to let her know even if she says no (anyway, I hope she'll say yes)

I think she understand that it needs extra courage for me to tell her what i feel.
but, if i want her to say OK, may be i must show her, that i like her.
Anyway i didn't tried many-many ways as people does. Am just like this and i don't have any sixth sense to know what she feel. So i don't ask her what she feel.
Sometimes i forget about all my problem in work only for her that she is more important to me. I wanna tell her my story but i just can't get the rite time to talk more personally.
I don't know whether it's good for me or not but i don't want her to think i am annoying her. If expressing what i feel would be wrong, then there wouldn't be everlasting relationship.
So... my point is, if you like someone, tell her, even if u already know that they wouldn't have the time to talk to you. Even if u know that they won't open their heart for you. To let her know that there is people around her that always will be there for her.
In the past, i regret myself not telling my feeling to someone i like. I lied to my heart, but i was too shy to tell her what i feel. I won't lie to myself for the second time. For me, it's better a NO rather than i never know.
gratz, off to sleep now.

Tuesday, April 12, 2005

When u start to like someone, may be u didn't know why n where it start. It just start, may his/her personality did affect you. And they become part of your "before sleep dream"
If a girl attract me, i'll tell her that i like her and i expect to see her reaction. They usually replied: you like me? like what? what do you like from me? or they just say "u think?"

Monday, April 11, 2005

Love...
I've seen many, and many many more.
Banyak problem dalam hidup kita, banyak yang kita temui, dan teman-teman kita masing-masing punya masalah sendiri. Kebesaran hati kita bukan di ukur dari besarnya masalah yang kita hadapi, tapi bagaimana cara kita menghadapi masalah itu sendiri. Karena selama kita hidup masalah itu tak akan habis, kalau di analogikan, ketika sedang mendidihkan sepanci air, ketika kita menyalakan apinya, itu adalah saat kita lahir, airnya masih dingin, lalu pelan-pelan akan timbul gelembung udara. Gelembung udara yang timbul adalah masalahnya, dan setiap kita mengatasi satu masalah akan timbul lagi masalah baru. Ketika airnya mendidih, itu adalah orang bijak yang bisa mengatasi masalahnya dengan cepat dan kepala dingin. Masalah datang dan bisa diatasi dengan cepat karena dia telah belajar dari pengalamannya. Telah banyak yang dilaluinya dalam hidup, ratusan ribu rintangan telah dihadapinya.

Ada hal-hal tertentu dalam diri kita yang kita sendiri tidak mengetahui, misalnya kalau secara fisik ada cabe di gigi. Dalam arti yang lebih dalam, lihatlah ke dalam diri kita sendiri, dan lihat pandangan dan komentar orang tentang diri kita lalu renungkan. Lihatlah sifat-sifat kita, dalam semua sifat yang kita miliki ada beberapa sifat yang kita sendiri tidak suka. Sebelum tidur, renungkan dan amati perasaan yang muncul, pilahlah perasaan itu, ini rasa suka, ini rasa cinta, ini rasa benci. Lalu renungkan kenapa rasa itu bisa ada, rasa benci dan rasa suka pasti ada alasannya dan bisa dijelaskan dengan kata-kata. Tapi ada satu rasa special pake telor yang membuat manusia terikat dan bo huat untuk mengatasinya.

Monday, April 04, 2005

been of for a week.
n get another messy work list for the rest of the week.