Sunday, December 24, 2006

We Don't Response to Reality

we don't response to reality, we response to the imagination we create on our mind
Pernah denger kesan pertama? Kesan pertama ketika melihat seseorang dan kesan seterusnya ternyata gak pernah sama kan?

Ketika mengikuti Coaching Clinic di Puncak 20-21 Dec 2006
...Si Pembicara bercerita suatu saat dia dan temen nya ketemu ular cobra di jalan-

Spontan dia melompat dan lari ketakutan, karena yang ada di pikiran dia, ular itu menakutkan dan akan menggigit dia.

Tapi temen nya berdiri diam dan waspada, ular tidak akan menyerang kalo dia tidak merasa terancam, karena manusia bukan lah makanan ular cobra.


Dia lari ketakutan karena imajinasi yang tersimpan di pikiran nya bahwa seekor ular itu menakutkan. Dia tidak bereaksi langsung terhadap kenyataan yang ada.
Misalnya kalo liat cewe, meroko, tindik di hidung, antingnya satu kuping ada sebaris 5 biji, di dadanya ada tatto, mungkin orang langsung berpendapat ini cewe bandel, tapi belum tentu dia bandel, bisa aja emang dianya menyukai keindahan seperti itu.

Atau kalo liat cowo yang di tangan nya penuh tatto, mungkin orang yang melihat dari jauh akan berpendapat dia adalah preman yang gak punya kerjaan. Gak punya masa depan, serem dll dll padahal dia adalah..... Tora Sudiro /heh namanya aja Tora = Tatto nya Rame


Kesan pertama, ketika kita bertemu seseorang, dari penampilan nya kita sudah bisa menarik kesimpulan orang itu seperti yang alim, atau seperti bajingan, pertama ngobrol kita bisa tau orang itu pinter atau bodoh, dia dewasa atau ke kanak-kanakan, dari kesan-kesan ini kita menciptakan bayangan orang tersebut seperti apa. Bayangan ini masih adalah bayangan yang kita ciptakan sendiri, maka dari itu kita perlu bertanya pada orang lain, dan orang tersebut, apakah benar bayangan yang kita ciptakan ini?
Kesalahan terbesar adalah menganggapnya benar tanpa mengetahui hal yang sebenarnya. Kesalahan terbesar kedua tidak bertanya pada orang yang benar, bertanyalah pada orang yang anda anggap kompeten dan tahu apa yang dia katakan. Jangan bertanya pada big-mouth atau orang yang suka blow-up.



How to response to this fact that we don't response to reality?
Jadilah orang kedua, Be rational, ketika kita takut sesuatu yang buruk akan terjadi, jangan lari ketakutan, tapi bersiap menghadapi dan waspada. Bersiap mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi. Kalau memang yang datang adalah TSUNAMI /omg baru kita lari ketakutan

CMIIW
regards,
always awie

Friday, December 08, 2006

Memendam kebencian

Pria tidak memendam kebencian nya, cowo selalu berusaha menyelesaikan apa yang dia benci, mencoba menyelesaikan nya entah itu pake cara kekerasan, atau langsung bicara apa yang dia ga suka dengan orang tersebut. Kalaupun cowo menyimpan kebencian nya, engga akan tahan lama karena dia akan lupa. Tetapi ada beberapa jenis cowo yang bisa menyimpan kebencian nya . . . yang model ini biasanya yang selalu mendapat perhatian penuh dari orang tuanya, keluarganya, dan selalu diperlakukan baik oleh orang sekitarnya, jadi ketika ada perbuatan yang tidak menyenangkan nya, dia bisa ingat seumur hidupnya.

Cewe... bisa menyimpan kebencian nya sampai lamaaaaa sekali. Tanpa alasan yang jelas, karena ketika cewe ngga suka dengan sesuatu, umumnya mereka tidak berusaha mencari jalan penyelesaian. Mereka hanya senang membicarakan nya dan membiarkan nya menjadi sejarah tanpa penyelesaian.


Tips:
Mau ke neraka apa surga question.gif , kalo emang berencana ke neraka, simpanlah kebencian seumur hidup, kalo mau ke surga, belajarlah memaafkan sry.gif . Kebencian ngga akan abadi, tidak ada yang abadi, perubahan selalu terjadi, dan kalau ada satu hal yang abadi di dunia ini, yang abadi adalah perubahan itu sendiri. dotdot.gif

Yang paling disesali adalah, orang yang tidak mempunyai kesadaran ketika orang-orang di sekitar kita sudah menjauhi (mending bilang menjauhi kalau kata membenci terlalu keras e4.gif) , dan tidak mengambil cermin dan melihat kedalam diri sendiri.

PS: Ngga menyadari kesalahan yang pernah dilakukan juga akan menjadi sebuah cerita yang menyedihkan ketika akhirnya kita tau apa yang sebenernya terjadi.

adapted from: the 5 people you meet in heaven

regards,
awwybewwy

Tuesday, December 05, 2006

We don't need to be sick to taste others medicine but we'll never feel like we are really sick.

When we are sick, then we'll understand what is that medicine for...

Saturday, December 02, 2006

Jadikan dunia ini tempat belajar... dan manusia-manusia yang ada di sekitar kita sebagai teman belajar. Jangan jadikan dunia ini tempat berkeluh-kesah.

-Dharmavajra Lhama-